Teknologi adalah suatu jaringan komputer yang terdiri atas berbagai komponen pemrosesan informasi yang menggunakan berbagai jenis hardware, software, manajemen data, dan teknologi jaringan informasi. Informasi adalah data yang terolah dan sifatnya menjadi data lain yang bermanfaat dan biasa disebut informasi. Jadi, yang dimaksud dengan teknologi informasi dapat diartikan sebagai suatu alat atau perangkat tertentu yang bisa membantu manusia untuk mempermudah dalam menyelesaikan tugas-tugas dalam pekerjaan, mengolah atau pesan untuk disampaikan kepada objek yang menjadi tujuan.
Teknologi informasi dan teknologi Komunikasi merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang berkaitan dengan pengolahan, pengelolaan, dan perpindahan informasi antar media. Kemajuan teknologi informasi membuat manusia berhadapan dengan pihak lain seolah-olah tidak lagi dibatasi oleh waktu dan tempat. Kapanpun dan dimanapun, manusia dengan perangkat teknologi tersebut dapat menjalin hubungan, memperoleh informasi, dan menyebarkan informasi kepada orang lain. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memudahkan manusia untuk mengakses informasi kapanpun dan dimanapun.
Teknologi informasi berperan penting dalam dunia kerja modern, karena memungkinkan peningkatan efisiensi, produktivitas, inovasi, komunikasi, kolaborasi, dan pelayanan pelanggan. Penggunaan TIK dapat juga digunakan sebagai media pembelajaran yang inovatif, yang dapat merangsang pikiran, perasaan, minat serta perhatian pembelajar sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Hal ini tidak terlepas dalam hal para pegawai yang mengikuti pembelajaran, dapat mengikuti melalui e-learning yang membutuhkan teknologi informasi, dalam hal ini menggunakan media online seperti internet sebagai metode untuk memberikan interaksi dan kemudahan.
Teknologi informasi (TI) diyakini memberikan manfaat bagi pekerjaan secara meluas ke segala aspek aktivitas termasuk yang berhubungan dengan manajerial seperti proses perencanaan, pengendalian informasi dan bahkan memasukkan teknologi ke dalam isu-isu yang berhubungan dengan manajemen. Manfaat TI dapat berupa manfaat kualitatif maupun manfaat kuantitatif, antara lain yaitu biaya operasional lebih hemat dan analisis data lebih cepat, penyajian laporan manajemen lebih baik, beberapa pekerjaan dapat dilakukan individu yang sama, penghematan waktu, akses data tepat waktu, data yang disajikan lebih akurat, dan perbaikan dalam pengambilan keputusan.
TI juga membantu pegawai untuk melakukan tugas-tugas lebih cepat, mudah, dan baik, serta untuk belajar keterampilan baru dan mengakses peluang baru. Namun, TI juga memiliki dampak positif dan negatif bagi pegawai dan dunia kerja, seperti pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, politik dan kesehatan. TI dapat memberdayakan pegawai dengan memberikan mereka lebih banyak fleksibilitas dan kontrol atas pekerjaan mereka, yang dapat meningkatkan kinerja, kepuasan dan komitmen mereka, serta menciptakan lingkungan kerja yang positif yang mendukung pembelajaran, inovasi, dapat mengurangi stres dan tekanan serta meningkatkan produktivitas dan motivasi.
TI dapat mengurangi privasi dan keamanan pegawai, karena data dan informasi mereka dapat disadap, diretas, atau disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berwenang. Jadi, penting untuk melindungi data dan informasi pegawai dengan menggunakan enkripsi, sandi, dan kebijakan yang sesuai, serta penting untuk meningkatkan literasi dan kesadaran digital pegawai dengan memberikan edukasi, bimbingan dan pengawasan yang memadai. Dengan demikian, teknologi yang memiliki dampak positif dan negatif bagi pegawai dan dunia kerja. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan TIK dengan bijak, bertanggung jawab dan seimbang.
Dalam hal TIK, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) yang dalam hal ini dimotori oleh Direktorat Transpormasi dan Informasi, saat ini antara lain sedang mengembangan Kebijakan TIK DJKN, antara lain yaitu:
1. Keamanan Informasi, yang meliputi confidential, Integrity, dan Availability.
2. Modernisasi Informasi Jaringan.
3. Aplikasi DJKN, yaitu: Modernisasi Pengelolaan BMN pada SIMAN V2, Modernisasi Lelang, Modernisasi Pelayanan Penilaian.
DJKN juga sedang membangun Layanan Informasi Terintegrasi Bagi DJKN, dengan tujuan utamanya menghasilkan nilai tambah bagi organisasi melalui kepuasan dan loyalitas pelanggan/stakeholder yang lebih baik, manfaatnya yaitu:
1. Menangani pertanyaan, keluhan, maupun saran dari stakeholder secara cepat dan efektif;
2. Mempermudah kolaborasi antar unit;
3. Mengelola informasi terkait stakeholder DJKN;
4. Personalisasi stakeholder yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan komunikasi publik/promosi layanan secara tepat sasaran;
5. Melakukan antisipasi dan mitigasi risiko dalam menghadapi tren peningkatan permohonan informasi dari stakeholder;
6. Menjadi salah satu sumber dalam menilai kualitas layanan DJKN serta mencari solusi guna meningkatkannya sesuai dengan perspektif atau kebutuhan dari stakeholder;
7. Membantu mengambil keputusan/kebijakan strategis berdasarkan analisis data/data mining dari CRM.
Kondisi ideal yang diperlukan untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut antara lain, yaitu tersedianya Personal Computer (PC) dan laptop yang dapat memenuhi kebutuhan dan sesuai dengan standarisasi dengan Kementerian Keuangan (Core i7, untuk Laptop ukuran minimal 15 inch), Ruangan Contact Center yang sesuai dengan standar yang berlaku umum (tersedia meja, kursi, headset, cermin, lantai berkarpet, ruangan kedap suara, spesifikasi ukuran yang memadai, dll) dan didukung oleh sistem TIK yang dapat terintegrasi dengan layanan informasi pada kantor vertikal (Tersedianya Aplikasi DJKN yang dapat tersambung dengan CRM Deskpro Halo DJKN). Kedepannya, Pengguna layanan/stakeholder dapat menghubungi kanal Kemenkeu PRIME dan akan diproses oleh sistem, sehingga langsung terdistribusi ke agen Unit Eselon I Kemenkeu.
Jadi, kemajuan TIK seperti komputer akses internet dan perangkat lainya memberikan manfaat yang sangat besar dalam kelangsungan hidup manusia dalam pribadi maupun mendukung pekerjaannya dan organisasi. TIK dapat memberikan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satu bidang kehidupan yang memiliki hubungan erat dengan pemanfaatan teknologi informasi adalah dunia kerja sehingga kinerja menjadi lebih meningkat. Penggunaan TI dalam pekerjaan menjadi efektif.
Secara keseluruhan, TIK memiliki banyak fungsi dan kegunaan yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas hidup dalam berbagai bidang. Namun, penting untuk diingat bahwa selain manfaat TIK yang beragam, jika penggunaannya tidak bijak dapat menyebabkan masalah kesehatan mental, privasi, dan keamanan.
Dapat disimpulkan bahwa penggunaan TIK banyak memberikan manfaat buat kita, terutama dalam membantu kelancaran pekerjaan, karena dewasa ini, kemampuan dalam penggunaan teknologi informasi sudah menjadi hal yang sangat vital sekali, apalagi sekarang ini instansi-instansi pemerintah maupun perusahaan-perusahaan sangat membutuhkan sekali orang yang berkompeten di bidang teknologi informasi.
